:)

Hari kesekian setelah kepergianmu
Masih sangat kental diingatabnku saat kita bermain sceable dan bagaimana senyum nakalmu saat kutanya apa kau suka membaca. Kau pergi tanpa berpamitan denganku, yang aku ingat hanya saat ada yang mengabarkan beritan tentangmu dan aku tak percaya aku kira itu hanyalah candaan tapi ternyata saat kususuri jalan menuju rumahmu semua bukanlah mimpi atau sebuah permainan. banyak orang dan ada air mata disana. haruskah aku percaya?
Bagaimana mungkin bukankah hari itu 3 Agustus kau harusnya berangkat untuk studi tapi kau pergi benar-benar pergi jauh jauh jauh jauuuuhhhhhh..........
Rezeki, jodoh, dan mati adalah dua hal yang tak bisa kita prediksikan.
Sedih kehilangan itu pasti, namun bukankah kita harus memanfaatkan waktu yang tersisa? Kau mengajarkan banyak hal dari rasa sakit ini.
mungkin ini jawaban agar aku tak berkhalwat dengan siapapun biar engkau menjadi kenangan terindah dari hidup  seorang layyina, bukankah Allah memerintahkan wanita untuk menjaga diri? mungkin aku adalah wanita yang membutuhkan bantuan dari langit untuk berhenti berkhayal. Dan bantuan itu datang padakuu saat ini.

Comments

Populer Post

Sinopsis novel Akatsuki

Proses Osmosis pada Kentang

Bunga dan Kumbang