Posts

Showing posts with the label goresan
Sajak ini kutulis untuk mbak Naim dan Danang Teman-teman yang kujumpai di perjalanan Hari ini di tengah pandemi, dua hati bersatu melangkah maju mengarungi kehidupan ada akad yang diucap Ada tekad yang tertancap, menyambut sunnah Rasulullah dengan mantap Dengan menyebut nama Allah Ikrar tuk berjuang bersama sebagai kekasih suci tlah disahkan Bersama hati dengan landasan Iman mengikatkan jiwa dan raga, mitsaqon golidzo Melipatgandakan kebaikan dan kebermanfaatan Doa'a-do'a yang teriring memekarkan senyum bukan hanya pada sepasang hati, tapi juga bagi kami yang ikut bahagia atas berita ini Selamat menempuh perjalanan baru Selamat bertumbuh bersama Semoga bahagia selalu membersamai Semoga cinta kalian terus tumbuh hingga nanti bersama anak-anak yang sholih sholihah Semoga kalian menjadi kekasih sehidup sesurga Baarakallahu lakuma wa baraka alaikuma wa jama'a bainahuma fii khoir

Wanita Kartini

Jika Kartini berangkat dari kata emansipasi Maka kini, kami para wanita berbicara tentang kontribusi Menyadari peran yang Allah titipkan pada diri Tuk saling melengkapi bersama para lelaki Kami bicara tentang peran luar yang diambil namun tetap fokus pada perkara domestik Menjadi ibu bagi anak-anak di dalam rumah Juga menjadi payung kasih bagi manusia di luar sana Karna pada setiap aliran darah yang Allah hadirkan kan diminta pertanggungjawaban Karna pada setiap kemampuan, kapasitas yang dimiliki terdapat hak manusia lain tuk menikmati Maka bertebaranlah kamu dimanapun itu sesuai mampumu  Menyebar manfaat dari apa yang ada padamu Selamat bertumbuh wanita Indonesia Bumi ini menanti sumbangsihmu

Terkenang terlepas bahagia

Ku menemukanmu Dari puluh hari dalam bulan Berputar terkenang Dalam senyum dan tawa Ku mengenangmu Dalam masa terbilang tahun Dengan debar setiap memori yang muncul Membawa senyum diingatan Ku mengenalmu Diantara punggung-punggung yang saling berdesakan Ingin kupanggil tapi malu Namun senyum terbit begitu saja tanpa bisa ku cegah Ku menahannya Rasa yang ingin muncul kepermukaan Menyangkar kupu-kupu yang berterbangan Membekukan bunga yang ingin mekar Tapi senyum masih bisa kutampakkan karnamu Ku menyimpanmu Diruang labirin otakku yang berliku Juga diantara manusia-manusia yang tersimpan dalam hati Disela-sela masa remaja dan masa lalu Menjadi sebuah pelajaran berharga atas nama pertemanan dan persaudaraan Aku senang Aku bahagia Aku berharga Aku melangkah maju Ku kan terus bersinar seperti waktu-waktu lalu Pun juga denganmu semoga lelap dalam tidurmu Tak kuucap sampai jumpa nanti Banyuwangi, 26 Maret 2020 06.38

Insecure

Gadis kecil dipinggir jalan Ia yang membuat seorang menjadi pahlawan Dengan senyum dan tepuk tangannya Juga tatapan matanya Menjadi setanglai baby-breath bukan mawar Sebenarnya ia hanya pelengkap buka tokoh utama Tapi dengan adanya dia, buket bunga berisi mawar akan lebih terasa indah Ia kecil namun bermakna  Tak ada yang sia-sia dalam hidup ini Pun dengan dirimu Kau memang kecil dibanding semesta Namun kecilmu bisa jadi peran besar Kamu lupa bahwa gadis kecil adalah pemenang dalam hidupnya Dia adalah pemeran utama dalam kehidupannya Karna cerita itu miliknya Maka ia bebas berkreasi tumbuh menjadi seorang wanita Kamu lupa bahwa setangkai baby-breath Adalah utama bagi tanamannya Sebab dirinya atas ijin tuhan memiliki cerita Masing-masing kita punya posisi dan kondisi Pada masa kau melihat dirimu kecil Bukan berarti kau tak bisa melakukan apa-apa Justru dari kecilmu kau bisa berperan Karna tak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia Kau...

Sajak-sajak Kematian

Dalam bayangan setiap kata yang terucap Terlebih tentang kasih masa itu, kini dan yang akan datang Anak manusia ada yang berdarah-darah, ada pula yang seolah tertidur lelap tanpa goresan Ada yang berhari-hari terbaring, ada yang seketika terpejam pekat Tapi masing-masing mereka merasa hal yang sama Sama-sama berat bernafas dipenghujung waktu Satu hari, tujuh hari, 40, 100 lalu seribu Satu dua orang masih mengingat kemudian lambat laun terbawa senyap Hanya yang benar-benar kan mengingat Atau sekedar muncul "oh iya dia yang itu" Ada disuatu tempat seorang manusia menangis kala mengingat hari dimana kelopak terpejam Disertai gerimis, bahkan mentari mendukung seolah enggan terbit Memilih bersembunyi di balik awan Lalu sayup-sayup terdengar dari kejauhan suara manusia meringis tangis Bendera di ujung jalan berkibar sendu, putih kuning Dan kaki begitu pelan melangkah mendekat Gerombolan manusia tertunduk, wajah murung pakaian kelabu Saat kau langkahkan lagi kakimu ...

Maukah kau membantuku?

Kau bilang mata tak pernah berbohong Ibarat kaca bening yang mudah tertembus dan terlihat Wajab boleh saja tak terbaca, tapi mata kan slalu bercerita Katanya sih begitu Kalau begitu bisakah kau luangkan waktumu sejenak? Lihat aku sebentar tepat pada mata Bisakah kau membacanya? Bisakah kau katakan apa yang sedang kufikirkan? Kurasakan? Jangan salah sangka dulu Aku tak sedang mengujimu Aku hanya minta sedikit bantuan Sebab aku sedang bias dengan diriku sendiri Tentang apa yang terasa Sepertinya aku terlalu lama menahan dan menggunakan topeng Hingga aku lupa batasan topeng dan wajah asliku Jadi... Maukah kau membantuku? Katakan manusia seperti apa aku ini Dan apa harapanmu tentangku?
Sekiranya kepada langit ku sampaikan terimakasih Karnanya aku dapat melihat rembulan Kepada langit kuucapkan terimakasih Tlah diturunkannya hujan penyamar air mata Kepada langit kuutarakan tanya Apakah bulan kan muncul? Baiklah malam ini bulan mati, tapi aku masih ingin bertanya "Apakah rembulan tak akan muncul?" Bukan karna aku tak sabar akan waktu Atau aku tak menerima ketidak hadiran rembulan Aku hanya sedang ingin meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja Berulang kali ku katakan inilah yanh terbaik Namun... Sebagian giriku menolak setuju Bagaimana mungkin bisa baik-baik saja? Jika aku tak bisa melihat rembulan? Bagaimana mungkin malam tanpa rembulan? Tenang... Tenanglah... Aku tak menyalahkanmu atas kata 'pergi' Aku tahu ini memang sudah waktunya Hanya saja masih ada sisa takut disini Takut tak lagi bisa mengingat Semuanya Senyum, canda, Tinggimu yang tak seberapa Mata, suara Apa terlalu kekanakan? Semoga kau tak berkata begitu dan ...

Biasa

Biasanya saat kita pergi dari suatu tempat Ada rasa kehilangan disana Tapi anehnya kali ini aku tak merasa Seolah hal ini biasa saja Lucunya aku hanya akan berkata "oh" pada setiap jejak yang dihapus Seperti saat ini Lama tak bersua ku kira rindu kan tiba Ternyata tak ada lagi yang bersisa Seolah berkata,"Ya sudahlah." Apakah ini kata usai? Bisa jadi Sedikit dalam diri bertanya, apa aku mati rasa Tapi bukankah baiknya begini

Laut

Image
  Tahukah kau aku menyukai laut? Laut menampilkan banyak pertunjukan setiap saatnya Saat surut maupun diwaktu pasang Menenanggkan... Musik alam yang menyenangkan Pasirnya yang hitam legam serta airnya yang transparan begitu menggoda Diantara manusia yang berknjung Ada yang berkumpul makan bersama Ada yang memancing Ada yang tertawa riang bermain bersama gelombang Ada pula yang diam sendiri Diam menatap apa yang alam sajikan untuknya sepertiku Aku ingin mengajakmu kesini Ketempat kesekian yang kusukai Berjumpa dnegan gelombang Tak seperti gelombang Parangtritis tentunya Dimana ombaknya menari atraktif Di pantai ini kau kan temui ombak yang menari sesuai hti Pelan pennuh makna dan juga tawa Aku ingin mengajakmu kesini Duduk diam ya hanya diam Memandang pulau diseberang atau garis yang laut ciptakan Aku ingin mengajakmu kesini Ketempat kesekian yang kusukai Hanya dengan duduk diam saja Setidaknya kau bisa disini Jadi aku tak perlu duduk sendiri dala...

Sebuah nama tersebut 'embun pagi'

Image
pic by: google Pada sebuah nama yang tersebut 'embun pagi' Iya ini malam bukan pagi Memang malam bukan pagi Tapi bukan dingin melainkan sejuk Apa kabar? Baikkah keadaanmu? Aku Baik Hmmm,,. Apa kau sedang belajar? bisa jadi Sepertinya begitu Yaaa sepertinya kau sedang melakukan hal yang baik Pada sebuah nama yang tersebut 'embun pagi' Dimana? Bumi Mungkinkah kau sedang berada disuatu tempat? Iya Sepertinya kau masih berda di bumi, ku fikir begitu Ku tebak kau sedang memberi manfaat pada bumi tempatmu berpijak Pada sebuah nama yang tersebut 'embun pagi' Tak terbayang wajah Tak terkenang nama Tak terlintas langkah Yang ku tahu pasti, kau adalah seorang Abdullah Sama sepetikutapi berbeda Apa kabar? Semoga baik, pada sebuah nnama yang tersebut 'embun pagi' Seorang Abdullah Sama sepertimu

Bayang

Image
by google Aku mencoba melangkah melewati batasan Aku mencoba pergi ke tempat lain Bahkan aku mencoba terbang menjauh Namun bayang masih tetap saja mengikuti Saat terbuka maupun terpejam  Dan aku benci diri yang begini Aku tak suka air mata yang menerobos semaunya Tanpa bisa ku tahan ia mengalir  Dan pada setiap tempat yang terhubung akan dirimu Ku coba terbiasa Namun bayang masih saja mengikuti Sekali dua kali berkali-kali  Hanya dua jam dikota ini  Aku duduk menunggu kereta datang  Dulu aku kan mengharapkan kedatanganmu disini Atau sekedar sebuah kebetulan akan hadirmu  Dimana kita kan saling tersenyum dan menyapa KAu yang kan menemaniku menunggu kereta Lucu ya Lucu sekali  Karna aku harus menahan diri Sebisa mungkin belajar tuk 'lupa' Lupa kau pernah berada di kota ini Dan lagi bayang menjebakku  i hope i can hold my tears Berulang kali ku katakan tuk lepaskan Berkali-kali ku katakan tuk berdamai  Berda...

Mata air hati

Image
  by: google Ada air yang jatuh dari kelopak  Ada air yang mengalir melalui pipi Ada air yang bercerita itu mata Ada air yang berekspresi itu hati Tentang air dan hati Manusia itu rumit, tak bisa jelas merah atau biru Satu sisi ia marah, tapi tak sebenar benar marah Biasa saja ia kecewa, tapi tak seepnuhnya kecewa Mungkin hadir kesedihan, tapi tak sangat sedih  Manusia itu rumit, tak bisa jelas antara rindu atau merasa kehilangan Air matanya jatuh karna rindu, tapi tak benar-benar sebab rindu Karena  saat bertemu pun air mata masih bisa jatuh Lalu air mata jatuh tersebab kehilangan,  Bukankah keberadaan juga bisa menjatuhkan air mata? Kuselami sosok tersebut 'manusia' didalamnya terdapat hati, lalu kubertanya pada hati,'Sebenarnya apa inginmu?' Rindukah? kalau bertemu lalu mau apa? Sedih karna ia hilankah? kalau ia disini bagaimana? 'apa maumu?' Kamis, 23 Agustus 2018 di keret mutiara timur siang  

It's LOVE

Image
pict by: google Cinta bagiku adalah sesuatu yang sangat rahasia tak boleh terungkap bahkan kepada diri sendiri. Ketertarikan kepada seseorang bagiku adalah racun yang harus segera dtumpas sejak dini, karena bisa membuat otak berhenti bekerja dan tak produktif dan yang lebih parah adalah membawa sebuah rasa yaitu “kecewa”. Jadilah kini selama 21 tahun aku belum pernah mengakui atau lebih tepatnya tak mengakui sebuah rasa suka pada waktunya, aku lebih memilih membiarkannya berlalu dan jika sudah terlambat baru aku kan mulai mengakui karna bagiku sebuah rasa suka cinta sebelum waktunya hanya akan membawa luka, sebenarnya aku yang tak terlalu percaya diri dan tak mau mengalami “putus”. Semakin aku tertarik maka semakin ku pupuki topeng pada hati agar tak pernah menunjukkan rasa suka, tapi topengku bukanlah kebencian melainkan pertemanan, setiap hari ku katakan pada diri ia adalah teman tak lebih dan tak boleh lebih karena sekali teman selamanya teman tak ada kata putus diantara tema...

Mimpi

Image
Tentang mimpi yang tlah lama ku hilangkan dari hidup Tentang harapan yang kupikir tak akan pernah hadir kembali Lalu seseorang kakak dalam blognya menulis Bermimpi besarlah, dan jangan pernah takut untuk bermimpi, karna mungkin dari mimpi itu ALLAH SWT menjadikannya kenyataan bagi kita. (Abdul Wahid Qamaruddin : 2011)  Aku ingat pernah menjadi seorang pemimpi besar Aku ingat pernah memiliki harapan yang besar Aku ingat pernah memiliki cita-cita Kini ku kembali Mengumpulkan pecahan diri yang tlah berserakan pecah kesegala penjuru Memupuk tekad satu satu menjadikan diri sebenar benar diri Mengencangkan tali sepatu bersiap berlari Fokus Bukan bukan berlomba denganmu tapi berlomba dengan diriku yang lalu Bukan untuk menentang dunia Ku kan berlari untuk hari esokku Berharap jika waktuku tlah habis Ku kan kembali dengan senyuman bukan penyesalan

Tere liye maand

Image
Aku ingin berbagi sebuah cerita denganmu... Waktu silih berganti ada yang datang dan ada yang pergi dan aku masih menanti hal yang sama yakni hadirnya seorang teman sepertimu kita saling mengerti bahwa manusia memiliki kelebihan serta kekurangan, ya begitulah manusia!! tahukah kau kadang kala aku merasa rindu namun kini aku sadar saat aku terlalu hanyut dalam perjalanan waktu kebelakang, berarti aku sedang dalam kondisi menyerah akan masa depan maaf menjadikan segalanya berubah satu tiik yang kutapaki memang agaknya sedikit memberikan perubahan bahkan orang disekelilingku pun heran akan alur jalan yang kuambil aku ingin belajar menyelam dan tak menyalahkan arus biarkan arus menerjang karna memang begitulah perannya dalam hidup ini dan jika aku mengikuti arus bukankah itu disebut hanyut? bagaimana mungkin aku berenang jika aku hanyut dan tenggelam bukan menyelam satu titik saat kurasa rindu mulai saat ini kan ku coba tuk halau sekuat tenaga karna rinduku padamu tak menja...

Dimana Hati?

Bertanya tentang hati, dimana letak hati? ku cari ke sudut ruangan, di bawah meja, diantar gelas-gelas yang tergantung ku susuri jalanan hingga perempatan tak ku temukan dimana hati ku ambil langkah cepat hingga berlali lalu ku perlambat hingga berjalan sangat pelan dimana hati ku bertanya kepada seorang sahabat ku bertanya kepada seorang lelaki ku bertanya kepada seorang bayi tapi mereka masih ta memberi jawaban kepada hati lalu ku lihat langit, matahari, bulan, bintang lalu ku lihat bumi, gunung, hutan, pantai dan ku terdiam tak ada yang memberi jawaban terdiam dalam semakin dalam ku lihat diri didepan cermin menutup pintu juga jendela dan ku pejamkan mata dimana hati? ternyata ku salah mencari hati hati ada di dalam dada hati ada di dalam diri

Aku ingin mati

Image
Aku ingin mati Sering kalimat ini datang menghampiri bahkan menunjukkan rupa keindahan yang sangat diimpikan. Kebisingan dan kesunyian dalam hidup mengajak untuk memikirkan mati sebagai pilihan terbaik. Di bumi ini di kehidupan ini aku ingin mati. Seolah apa yang dikerjakan dipandang tak ada artinya, lalu untuk apa melakukan semuanya jika dianggap tidak ada?’ Apa beda dengan hanya memikirkan tanpa melakukan toh hasilnya sama-sama tiidak ada. Naif memang saat melakukan sesuatu dengan mengatakan tidak aku tidak melakukannya untuk manusia tapi pada kenyataannya sebuah pengakuan itu dibutuhkna meski tidak harus setiap  waktu. Berbeda antara orang yang bersilat lidah dengan orang yang tak menganggap, setidaknya orang yang bersilat lidah melihat apa yang dilakukan sedang orang yang tak mengangap, ia menghapuskan apa apa yang dilakukan dan menganggap tak ada apa-apa. Tak pernah meihat orang lain karena yang dilihat hanyalah diri sendiri dan orang lain itu ada di bawah kemampuann...

Selamat Malam

Selamat malam Hei ku sapa kalian selamat malam Malam kelam malang Indonesia malang Lihatlah generasinya begitu rapuh penuh keluh Benarkan? Lihat-lihatlah sekelilingmu Anak-anak tak sekolah menari di lampu merah Bar duniamalammenjamurikota Di pojok-pojok jalan muda mudi bersembunyi dari gerlapan lampu Para pemegang hukumbernegomeluluskankepigansenkedalamkantong Kita kaya tapikitatenggelamdalamsampah-sampahberbausedap Lalu Pria wnita berdasi berkata untuk Indonesia kelam pendidikan lahobatnya Kemudiandenganbergayapriaberdasiberkata “sekolah haruslah full day” hahahhaha Ambisi jabatan gelar pangkat Pendidikan hanyalah perahu empuk bocor yang merana Lalu untuk apa kalian disini? Disebut sebagai mahasiswa, maha-siswa hahahaha Tak jauh beda dengan orang-orang diangkringan hanya bergunjing dan diam tanpa berbuatapa-apa Sebenarnyamiliksiapa Indonesia ini? Milikmu atau milik penguasa? Katakan mil...

Rindu itu siksa

Jika ku katakan saat ini aku rindu padamu Apakah kau akan mempercayainya? Orang bilang, rindu itu adalah hal yang sangat menyenangkan Karna semakin lama rindu dipupuk, Saat dapat melepaskan rindu itulah momen yang sangat indah Tapi aku tak sependapat Sebab rindu ini tak ada penawarnya Sekalipun ingin bertemu, itu tidak mungkin Setidaknya berdamai dengan rasa itulah harapan yang masih mungkin Setidaknya berdamai dengan langit Bukankah bulan dan bintang berada di langit yang sama? Meski kadang mereka tidak terlihat bersama atau bulan menghilang sepanjang malam Bukan berarti dia tidak ada bukan?

Rindu itu siksa

Jika ku katakan saat ini aku rindu padamu Apakah kau akan mempercayainya? Orang bilang, rindu itu adalah hal yang sangat menyenangkan Karna semakin lama rindu dipupuk, Saat dapat melepaskan rindu itulah momen yang sangat indah Tapi aku tak sependapat Sebab rindu ini tak ada penawarnya Sekalipun ingin bertemu, itu tidak mungkin Setidaknya berdamai dengan rasa itulah harapan yang masih mungkin Setidaknya berdamai dengan langit Bukankah bulan dan bintang berada di langit yang sama? Meski kadang mereka tidak terlihat bersama atau bulan menghilang sepanjang malam Bukan berarti dia tidak ada bukan?