Semangat!!!
Sudah sangat lama aku bertanya pada diri sendiri, juga sudah sangat lama aku bertengkar dengan akal sehatku. Saat kita terlalu dekat dengan seorang teman lalu ia pergi
kadang kita merasa menjadi satu-satunya orang di dunia yang paling berhak menangis, dan merasa menjadi orang yang akan menjalani hidup seorang diri karena sudah terlalu terbiasa dengan seorang teman itu yang membantu kita menyelesaikan suka maupun duka yang ada di depan. karena terlalu sering kita berpegang tangan padanya bahkan meminjam bahunya meski hanya dalm mimpiatau via media :)
Sadarkah kita bahwa ia bukan hanya untuk kita dan pastinya banyak juga yang merasakan apa yang kita rasakan jadi ya tak seharusnya membebankan sakit atas kepergiannya di pundak dan hati sendiri. karena ia bukan hanya milik kita, ia milik umum.
Ia memang orang baik dan gigih, karna tak sembarang orang bisa menembus pertahanan ini. tak mudah membuatku seperti ini. tapi ia berhasil masuk dalam hidupku, tapi mau bagaimana lagi toh ia sudah tidak ada jadi harus berdiri di atas kaki sendiri.
Entahlah tapi sepertinya aku tidak ingin menjalani lagi pertemanan seperti itu karena itu membuat ketergantungan dan tidak baik, jadi biarlah pertemanan menjadi sebuah pertemanan. bukan berarti aku takingin berteman, aku akan tetap berteman namun bukan untuk menyandarkan diriku karena aku tak ingin lagi bersandar. bahuku tak boleh lagi rehat sampai waktu yang Allah tentukan untukku bersandar.
Aku ingin mengenangnya sebagai penyemangat :)
Aku yakin ia ingin aku semangat :)
kadang kita merasa menjadi satu-satunya orang di dunia yang paling berhak menangis, dan merasa menjadi orang yang akan menjalani hidup seorang diri karena sudah terlalu terbiasa dengan seorang teman itu yang membantu kita menyelesaikan suka maupun duka yang ada di depan. karena terlalu sering kita berpegang tangan padanya bahkan meminjam bahunya meski hanya dalm mimpiatau via media :)
Sadarkah kita bahwa ia bukan hanya untuk kita dan pastinya banyak juga yang merasakan apa yang kita rasakan jadi ya tak seharusnya membebankan sakit atas kepergiannya di pundak dan hati sendiri. karena ia bukan hanya milik kita, ia milik umum.
Ia memang orang baik dan gigih, karna tak sembarang orang bisa menembus pertahanan ini. tak mudah membuatku seperti ini. tapi ia berhasil masuk dalam hidupku, tapi mau bagaimana lagi toh ia sudah tidak ada jadi harus berdiri di atas kaki sendiri.
Entahlah tapi sepertinya aku tidak ingin menjalani lagi pertemanan seperti itu karena itu membuat ketergantungan dan tidak baik, jadi biarlah pertemanan menjadi sebuah pertemanan. bukan berarti aku takingin berteman, aku akan tetap berteman namun bukan untuk menyandarkan diriku karena aku tak ingin lagi bersandar. bahuku tak boleh lagi rehat sampai waktu yang Allah tentukan untukku bersandar.
Aku ingin mengenangnya sebagai penyemangat :)
Aku yakin ia ingin aku semangat :)
Comments
Post a Comment