Bangun

Kejadian hari ini bukan hanya lepas dari bersua dengan kedua member Garda 13 selepas dari agenda sebelumnya, aku melanjutkan perjalanan ke tempat yang dulunya sering ku kunjungi. Tempat dimana manusia sholih berintelektual dibentuk, tempatnya sih didaerah Seturan. Kamu yang anak kampus tahu lah ya daerah Setturan.
Kaget
itu yang pertama kurasakan saat memasuki ruangan, pasalnya yang berada di depan dan sedang berbicara adalah salah satu memberi Garda 13 FIP, kalau tadi aku berjumpa dengan istrinya, nah sekarang aku bersua dnegan calon Bapak.
Tidak Berubah
Thats what i think when i enter the room. Temanku ini adalah salah satu manusia ajaib dengan pikirannya, jadi aku mau berbagi rahasia ssttt jangan bilang-bilang ya. Jadi begini, member Garda FIIP itu isinya ornag-orang ajaib, mulai dari yang kalem macam Abu Bakar, ada pula yang keras macam Umar, ada yang keibuan layaknya Khadijah, ada juga panglima perang seperti halnya Khalid, jangan lupakan juga keberanian seorang Shofiyyah. Aku sayang banget sama semua member ini, eh kok malah meleber bahasan.
Back to the topic
Melihat temanku satu ini berbicara dnegan gayanya itu sudah hal biasa, dan melihat audience yang mendengar juga biasa. ada pelajaran bagiku, hati oh hati ada sedikit rasa ngapain aku disini lah yang ngomong dia e, tapi lagi-lai diingatkan. "Hey dia yang berbicara ittu berkafa'ah disana.  Dan ingat ilmu juga nasihat itu bisa didapat dari siapa saja maka jangan tutup diri, kalau kamu ikhlas dan berniat untuk belajar maka kamu akan menemukan pelajaran.  Untuk kali ini kamu belajar tentang kesombongan."
Serasa kembali ke dunia nyata mendengar temanku ini berbicara
Yah beberapa waktu ini aku berada dilingkungan yang nyaman hingga sedikit lupa keresahan nasional yang terjadi tentang keadaan Indonesia
Temanku ini mengingatkan lagi apa yang sedang terjadi, dan memanggil kami kembali untuk kembali berfikir, bergerak, berjuang. Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dan Indonesia sedang mengalami krisis nasional karena sedang berada pada masa kampanye untuk Pemilu bulan April mendatang.
Perkara pemilu ini bukan hanya perkara pemimpin siapa yanga kan memimpin kita, tapi secara keseluruhan semua aspek hidup akan terimbasi dengan pemilihan ini. Dan kali ini temanku mengingatkan tentang merapatkan shaff merapatkan barisan kita untuk membangun Indonesia. karena pilihan kita akan menentukan masa depan Indoensia.
Banyak yang ingin kukattakan tapi aku harus segera menyelesaikan tulisan ini, sebab jam asrama akan segera dimulai

Aku terbangun, jika belakangan ini aku sibuk menganggap hal kecil seolah masalah besar ternyata aku melupakan masalah besar sesungguhnya.
Jadi memberi asupan semangat untuk melangkah
Bolehlah aku berterima kasih kepada temanku ini, anak muda yang berani mengambil peran perjuangan yang lebih dibanding dengan ku ya seorang teman bernama Bisma Putra Aprilianto. Dia ingin berjuang dengan langsung, bukan seperti yang kulakukan. dia berniat untuk benar-benar terjun membangun Indonesia secara langsung melalui jalur parlemen. Barakallah

Comments

Populer Post

Sinopsis novel Akatsuki

Proses Osmosis pada Kentang

Bunga dan Kumbang