Pertemuan Pertama Perkins Asia Team

Sekarang bulan Juli.

Jika semua berjalan sesuai rencana, bulan September nanti aku akan berangkat mengikuti Educational Leadership Programme (ELP) 2026–2027.

Rasanya perjalanan ini membawaku kembali ke tahun 2011, saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu aku mulai bermimpi menjadi seorang guru pendidikan khusus. Sebuah keputusan kecil yang tanpa kusadari kemudian mengubah arah hidupku.

Semuanya berawal ketika aku mengenal sosok Helen Keller melalui sebuah film. Kisahnya membuka mataku tentang dunia pendidikan khusus. Siapa sangka, bertahun-tahun kemudian aku akan memiliki kesempatan untuk datang ke tempat Helen Keller pernah belajar. Rasanya seperti mimpi yang perlahan menemukan jalannya.

Perjalanan menuju mimpi itu tentu tidak selalu mudah. Jalannya berliku, penuh tantangan, keraguan, dan proses belajar yang panjang. Namun akhirnya aku sampai juga di titik ini, menjadi seorang guru pendidikan khusus.

Kupikir, setelah menjadi guru, mimpiku telah selesai. Ternyata justru sebaliknya.

Setiap hari bersama anak-anak berkebutuhan khusus membuat mimpiku terus berkembang. Aku belajar bahwa menjadi guru bukan berarti selalu memiliki jawaban. Ada banyak saat ketika aku merasa bingung, belum menemukan cara terbaik untuk mendampingi mereka. Dari sanalah aku sadar bahwa aku harus terus belajar, terus mencari, dan terus membuka diri dari pengalaman serta pengetahuan orang lain.

Bulan ini menjadi awal dari perjalanan yang baru.

Malam ini kami memulai pertemuan pertama melalui Zoom bersama Perkins Asia Team. Rasanya masih sulit dipercaya bisa berkenalan dengan mereka. Dulu, aku tidak pernah membayangkan akan memiliki kesempatan seperti ini.

Mereka menyambut kami, para peserta ELP Asia 2026, dengan begitu hangat. Sambutan sederhana itu membuatku merasa diterima dan semakin bersemangat untuk memulai perjalanan belajar ini.

Perjalanan ini baru saja dimulai. Semoga setiap langkah yang kujalani nanti tidak hanya menjadi proses bertumbuh untuk diriku sendiri, tetapi juga menjadi bekal untuk kembali, berbagi, dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus, keluarga mereka, dan para guru di Indonesia.





Comments

Populer Post

Sinopsis novel Akatsuki

Proses Osmosis pada Kentang

Bunga dan Kumbang