LO Tembi
Pengalaman yang sangat berharga hari ini
telah aku lalui, sejak kemarin aku menjadi volunteer di acara Bloger Nusantara
yang sekaligus memperingati hari disabilitas Internasional. Memang sih harusnya
aku bertugas mulai dari kemarin namun karena ada something wrong jadi aku baru
melaksanakannya hari ini di Tembi. Banyak acara yang kami lakukan diantaranya:
hiburan di panggung utama, bazar di pendopo secretariat, sarahsechan di pendopo
entah apa namanya aku lupa, dan games yang dilaksanakan di 3 tempat ; dila[angan
voli ada permainan mengambil sedotan dalam tepung yang dicampur garam
menggunakan kursi roda, sepak bola tuna rungu di lapangan, bermain sambung
kalimat dengan bahasa isyarat di halaman rumah salah satu warga, dan sebenarnya
ada satu lagi yakni permainan membuat kereta yang terdiri dari 5 orang dan yang
no 1-4 dari depan ditutup matanya sedang no 5 sebagai pengarah tanpa
mengucapkan suara; Apa lagi ya?? Hmm sepertinya itu yang aku ingat dan aku
bertugas sebagai volunteer (disana disebut sebagai LO) di bazaar. Jadi tugasku
adalah membantu teman-teman disabilitas jika dibutuhkan. Banyak hal menarin
yang aku lihat hari ini, dan benar-benar Allah sangat murah hati dan
Subhanallah tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selain belajar bagaimana
mendorong kursi roda, membantu teman-teman disabilitas ke kamar mandi dan
lain-lain, aku belajar menganai hati bagaimana cinta itu dan bagaimana semangat
itu. Jujur saja jika melihat mereka aku merasa menjadi manusia yang sangat
brengsek dan kecil, aku jarang bersyukur dan sering kali mengeluh. Mereka
dengan segala keterbatasannya selalu bersyukur dan tak mengeluh juga tak
menyerah pada keadaan. Padahal kalau dilihat aku seringkali menyerah pada
keadaan hingga aku hanya bisa berjalan ditempat. Dan tadi aku bertemu dengan
mbk Sabrina, masih ingat kan? Itu kakak tingkatku lebih tepatnya seseorang yang
WOW Keren. Beliau begitu ramah sekali padaku aku semakin kagum berada disana
dan merasa beruntung aku bisa berada di sana di waktu yang tepat dan setidaknya
berguna. Oh ya aku ingat tentang
sepasang suami istri yang melancarkan kembali ide-ide inspirasi dan membuat
hatiku dipenuhi bunga musim semi, bagaimana tidak tadi aku benar-benar melihat
bahwa dengan cinta orang bisa menjadi lebih kuat. Ada sepasang kekasih, sang
wanita adalah tuna daksa namun sang pria adalah lelaki pada umumnya. Tau gak
saat turun dari motor sang pria menggendong wanitanya hingga ke kursi rona dari
mata mereka ada banyak sinar kehangatan betapa merekan saling mencintai dalam
bercanda juga tetap saling melindungi. Luar biasa bukan.. sebenarnya masiihhh
banyak sekali yang aku ingin ceritakan hanya saja aku menyesal kenapa aku tidak
meminjam kamera -_- .
Comments
Post a Comment