Al Maidah

Saya tak berminat membahas perbedaan "dibohongi" dan "dibohongi pakai", sebab menurut saya soalnya tak serumit yang diperdebatkan, kalau semua siap menerima kebenaran logis.

Persoalannya, sejak awal pihak yang diprotes sudah dalam posisi bertahan habis-habisan, posisi menolak implikasi logis dari kalimat yang diucapkan Sodara Ahok. Jadi sejelas apapun, selogis apapun, tetap akan ditolak karena dari awal niatnya untuk bertahan, bukan untuk menemukan kebenaran bersama. Karena itulah saya tak berminat.

Maka satu-satunya jalan adalah lewat jalur hukum. Tinggal nanti apakah pengadilan itu bener atau tidak.

Tapi baiklah, sekedar memenuhi permintaan. Begini:

Persoalannya bukan "dibohongi al-ma'idah 51" atau "dibohongi pakai alma'idah 51". Inti persoalannya di kata 'dibohongi' itu.

Orang yang berfaham sesuai teks, yakni jangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, itu dibohongi -- katakanlah -- PAKE Al-ma'idah 51. Ini sudah cukup. Ini penghinaan. Sebab jutaan orang yang berfaham sesuai teks tak pernah merasa dibohongi, dan para ustadz, kyai, yang mengajarkan ayat itu sesuai teks, tak pernah membohongi ummatnya -- karena memang bunyi teks ayat begitu. Karena itulah salah satu protes aksi adalah penghinaan kepada ulama karena ulama dianggap membohongi.

Bahwa kata 'auliyaa' itu terjemahannya pemimpin atau bukan, itu soal lain. Soal perbedaan terjemah. Tapi kedua terjemahan itu bukan hasil dibohongi.

Bagaimana dengan ISIS yang menyuruh orang membunuh pake ayat? Atau Dimas Kangjeng yang juga pake ayat? Sama saja. Mereka bukan "membohongi pakai", melainkan fahamnya memang begitu. Bahwa faham itu tak sesuai dengan ajaran Islam, itu soal faham.

Saya memberitahu istri saya untuk berpakaian menutup aurat PAKE an-Nuur 31. Lalu istri saya memakai kerudung yang menjuntai sampai ke dada, sesuai teks TERJEMAHAN.

Kalau tiba-tiba ada orang yang bilang ke istrinya bahwa dia telah 'dibohongi' pake an-Nuur 31, saya akan tarik leher orang itu, karena melecehkan ayat, melecahkan saya yang menyampaikannya, sekaligus melecehkan istri saya.

Seorang guru mengajarkan kepada murid-muridnya PAKE buku wajib sekolah bahwa  Indonesia dijajah Belanda 3,5 abad. Bila saya bilang ke anak itu bahwa kamu telah dibohongi pake buku wajib sekolah, saya telah melecehkan buku wajib sekolah, guru, dan pengetahuan anak itu. Meskipun faktanya, selama Pemerintah Kolonian Belanda berada di wilayah kita ini, Indonesia itu belum ada. Indonesia baru lahir tahun 1945, Belanda sudah minggat. Berarti Indonesia tak pernah dijajah bangsa manapun.

Yang benar, sekarang Indonesia sekarang sedang dijajah dan dijarah sekelompok pengusaha rakus dan penguasa lapar.

Sumber: Askara

Comments

Populer Post

Sinopsis novel Akatsuki

Proses Osmosis pada Kentang

Bunga dan Kumbang