Kenapa harus beli buku?

Sore ini aku baru saja menyelesaikan membaca salah satu novel dari Bang Tere Liye dari seri anak mamak “Burlian”. Sebelumnya aku sudah membaca juga tentang pukat dan bebrapa karya beliau yang lain dan berbeda dengan beberapa penulis yang biasanya menceritakan tentang latar dengan sangat visual verbalis, bang Tere sebuah jurnal dengan bahasa novel. Karena bberapa analisis dari novel-novel beliau terihat sangat nyata.
Selayar pandang sebenarnya dulu aku bukan pecinta karya Bang Tere karena menurutku tulasan Bang Tere berbeda dengan tulisan yang biasa aku baca. Aku sudah mencintai kisah maupun ceritas ejak SD dan makin subur mengarah kepada novel sejak SMP sebab buku di perpus SMPku mayoritas adalah novel.
Dulu orang-orang disekitarku telah banyak heboh dengan karya bang Tere seperti negeri para bedebah dan rindu. Tapi sedikitpun aku belum merasa ingin membaca. Pernah sih meminjam salah satu karyanya kepada seorang teman namun baru bebrapa halaman aku merasa bahasanya begitu sederhana hingga aku lelah.
Tapi suatu hari aku mendapat sebuah karya berjudul “Bumi” dan saat aku mulai membaca aku mulai terhanyut, karna memang aku sangat suka berfantasi dan aku suka. Lalu lanjut ke karya selanjutnya yakni negeri para bedebah, bahasanya mungkin sederhana tapi analisis permasalahan, latar, tokoh, semuanya begitu kuat, gaya menulis bang Tere mungkin memang tak mendayu tapi yang beliau tawarkan adalah alur cerita juga wawasan. Ya begitulah aku serasa baca jurnal namun membahagiakan.
Sejak itu mulailah aku menyusuri toko buku dan menemukan “Hujan” dan “Pulang”. Kalau untuk kedua karya ini, ada cerita dibaliknya, jadi waktu itu aku mengunjungi sekretariat BEM REMA UNY saat itu aku ingin bertemu dengan Mas Haris yang merupakan Presiden BEM saat itu aku lupa ada keperluan apa dengannya. Aku melihat ia memegang sebuah buku berjudul “Pulang”. Dan saat itu aku berfikir jika seorang haris Fadhillah membaca itu kemungkinan besar novel itu bagus. Begitulah awal pencarianku pada karya Bang Tere.
Hingga kini aku berharap bisa menambah lagi koleksi bukuku khususnya karya Bang Tere. Sering kali kalau ke toko buku membayangkan dapat hadiah  memilih buku sepuasnya dan gratis huaaaaaa betapa bahagia hidup ini.
Sering ada pertanyaan: Kenapa sih kamu suka beli buku?
Sebenarnya aku juga baru beli buku yakni semenjak kuliah di Jogja, meski daari dulu udah cinta novel tapi belum pernah beli alasannya sih kalau bisa pinjam kenapa harus beli. Namun sekarang aku berfikir lain, aku hanya membeli buku-buku yang sekiranya aku ingin  orang lain membacanya terlebih di daerahasalku toko buku hanya ada satu dan bisa dibilng koleksinya sedikit yang bagus.
Sekarang aku di Jogja yang bisa dibilang cari buku itu gampang, kenapa nggak untuk aku punya. Setidaknya aku bisa membawa pulang dan membuat orang lain membaca buku-bukuku. Karna rugi kalau cerita bagus hanya untuk diri sendiri, aku memang bisa pinjam dan baca namun toh hasilnya hanya untuk diriku sendiri meski aku memang suka menceritakan apa yang aku baca tapi menurutku saat orang lain membacanya secara langsung itu lebih baik.
Seatu saat buku-buku keren saat ini pasti aka ada masanya untuk tidka diterbitkan jadi aku akan mengoleksinya sehingga anak-anakku kelak tetap bisa membaca pa yang dibaca ibunya sekarang. Buku berkualitas harus disebar luaskan harus diteruskan kepada generasi karna kita tak tahu 5 tahu lagi 10 tahun agi apakah masih ada buku inspiratif yang diterbitkan apakah masih ada buku yang aman dibaca apakah masih ada buku yang membuat generasi menjadi kuat.
Aku ingin anak-anakku kelak menjadi orang keren maka ku tabung dari kini bahan agar mereka keren
Hehehehehehehe

Comments

Populer Post

Sinopsis novel Akatsuki

Proses Osmosis pada Kentang

Bunga dan Kumbang