The Story begin #4
Jangan
bertanya bbagaimana rasanya padaku karena aku hanya akan mengatakan satu kata
yakni lega.
Seperti
ada hal yang terlepas, akan beban tapi kelegaan karena memang seperti inilahh
seharusnya hubungan laki-laki dan perempuan. Namun aku juga merasa kosong dalam
waktu bersamaan. Karena bagaimanapun aku sangat terbbiasa dengan kehadirannya.
Aku
terbiasa dengan cara kita saling membangunkan dipagi hari ataupun ucapan
selamat malam, aku terbiasa menghubunginya memberitahunya apapun yang kulakukan
terlalu terbiasa aku menggenggam hp berlama-lama.
Alhasil
hpku berubah laksana kubur yang begitu sunyi tak ada pesan masuk sama sekali.
Tapi
setidaknya aku tahu inilah hal benar yang harus aku lakukan.
Sebenarnya
lumayan sulit tuk mengalihkan perhatianku menolak dorongan untuk mengiriminya
sebuah pesan bagaimana kabarnya? Apakah ia baik-baik saja? aihhh apa dia
menyibukkan diri hingga lupa menjaga kesehatannya.
Pikiranku
terlempar kembali ke saat itu, waktu itu ia bertanya kepada bagaimana jika ia
dimajukan sebagai ketua hima, dan aku pun menjawab tak masalah. Itu adalah hal
baik untuk mengembangkan potensinya. Lalu dia bertanya apakah aku tak
keberatan? Tentu saja aku tak keberatan bagaimana aku keberatan pada hal yang
akan baik untuk dirinya.
Ia
kemudian menceritakan seorang kakak tingkatnya yang putus dengan kekasihnya
karena ia menjadi seorang ketua hima, ceweknya merasa si cowok terlalu sibuk
sehingga jarang menghubunginya.
Dan
ia bertanya padaku jika nanti ia menjadi ketua hima yang sibuk hingga lupa tak
menghubungiku apakah aku akan marah? Atau apakah aku akan marah saat smsku tak
sempat ia balas?
Pertanyaan
yang sukses membuatku tersenyum sendiri. Aku tahu jawaban apa yang harusnya
kuberikan yakni aku tak akan berkeberatan karena aku bukan perempuan seperti
itu yang mudah marah hanya karena sms tak di balas atau tak dihubungi karena ia
sibuk. Tapi aku tak memberikan jawaban karena takutnya aku salah mengartiakn
pertanyaannya kepadaku dan kuingatkan lagi diri ini bukankah ia adalah seorang
kakak, tapi kata kakak ini sepertinya sudah agak kurang tepat.
Alhasil
karena aku tak menjawab pertanyaannya
Hhpku
pun berdering, ya seperti itulah ia. Saat ia bertanya haruslah diberikan
jawaban dan jika ia langsung menelfon berarti hal itu memang penting dan butuh
jawab segera.
Alhasil
aku berkata tak masalah toh itu baik untuk menjadi seorang ketua hima dan kalau
teman-temannya berfikir ia mampu maka ya menurutku kau memang mampu untuk itu.
Ahhhh
bayangan masa lalu menyergap lagi
Waktu
itu di bulan februari pagi hari gerimis kulangkahkan kaki menuju kampus, rintik
hujan turun begitu romantis dan sepertinya mataku mulai menghayalkan hal-hal
aneh seolah aku melihat kak Qamar diperempatan menggunakan payung merah.
Aiiihhh
enyahlah kau setan.
Comments
Post a Comment