BAB Pertama: Virus Merah Jambu

Hai lama juga ya tak bersua dalam tulisan


Baiklah kali ini aku ingin menulis tentang mengenal diri sendiri. Sebenarnya ini untuk membantu diriku sih yang mengalami perubahan hl-hal dasar dalam pandangan menjalani hidup. Kadangkala aku suka membagi fase hidupku menjadi beberapa bagian, dan biar lebih mudahnya aku mencoba mengenali diri berdasarkan tempat tinggal. Aku lahir dan tumbuh besar di Banyuwangi Jawa Timur, kemudian melanjutkan study ke Yogyakarta. Ada perubaan yang bisa dibilang sangat signifikan terjadi dalam diriku bahkan orang-orang sekitarku pun melihat hal ini tak jarang mereka juga kaget.
Sebenarnya sih perbedaan yang ada hanyalah salah satu fase kehidupan dimana aku mendapat tambahan pengetahuan dan juga lingkungan yang berbeda dengan aku di Banyuwangi. Pada dasarnya aku masihlah ornag yang sama, hey lihat deh aku masih sama, mmm baiklah aku tambah lebar kuakui itu. Hehehehe. Dan iya memang beberapa bagian dalam pemikiran hidupku mengalami perubahan.
Kali ini aku akan menceritakan salah satu pemikiranku yang mengalami perubahan. Baiklah kita memasuki BAB Pertama yang berubah dalam pemikiran Layyina.
Bab Pertama: Merah Jambu
Pemikiran saat di Banyuwangi sebelum ke Jogja, aku berfikir yah jatuh cint itu menakutkan dna pacaran itu tak berguna karna terlalu ribet, sebenarnya sih hanya takut saja menjalin hubungan sebab melihat orng-orangs ekitarku yang kalau patah hati sangat menyedihkan dan sakit hati so i dont want to feel some pain like that. Aku tentu memiliki teman ya teman dekat namun tak lebih, kalaupun aku menyukai seseorang aku akan lebih memilih tidak menunjukkan rasa suka itu and keep it for my self. Kalau teman-temanku menajlin hubungan itu tak masalah malah cenderung aku membantu. Jadi aku menganggap pacaran itu hal biasa tapi aku tidak mau menjalani hal seperti itu. Kan kalo pacaran bisa putus. Kalau ada yang mengatakan pacaran itu mendekati zina maka aku tak sepakat sebab kan pacaran gak semuanya begitu.
Pemikiran saat di Yogyakarta, jatuh cinta itu hal biasa dan memang fitrah manusia merasakan itu namun sat itu ditunjukkan sebelum pernikana maka itu hal yang tak baik. Serasa aib jika menjalin kedekatan dengan lawan jenis karna aku akhirnya tau zina itu bukan hanya perkara berhubungan kelamin namun juga bisa dikatakan zina hati saat kita menyukai lawan jenis dengan menggebu-gebu. Bahkan kalua sampai rasa suka itu mengalahkan raasa suka kepada Allah dan RasulNya maka itu adalah sebuah bencana bagi yang merasakan. Hubungan seperti pacaran adalah hal yang tabu karena itu sama saja bermaksiat kepada Allah. Allah tak menyukai jika ada dua anak manusia yang bukan mahram dan juga tak dalam ikatan pernikahan berdua-duaan (berkhalwat) karna pasti godaan setan sangat banyak. Mulai dari ingin memandang, Hey!!! Kitakan disuruh ghodhul bashar (Menjaga Pandangan). Para ulama mengatakan bahwasanya rasa suka yang hadir sebelum ikatan suci (pernikahan) adalah salah satu penyakit hati. Karena rasa suka menghadirkan rasa rindu dan rasa rindu itu obatnya hanya satu yakni pertemuan. Intinya saat menyukai seseorang harus hati-hati agar tak terjerumus dalam kemaksiatan. Kalau menyukaai seseornag mending nikah aja segera. Itu satu-satunya jalan kalau ingin dekat, kalau gak mau menikah ya udah menjauh dan minta sama Allah agar dijagakan hati dan diri dari godaan setan dan juga perbuatan maksiat.
Laki-laki yang baik jika ia menyukai seorang perempuan maka ia akan segera melamarnya bukan mengajaknya melakukan hubungan tidak jelas (pacaran) sebab laki-laki yang baik adalah ia yang mengedepankan cintanya kepada Allah dan seorang laki-laki yang mencintai Allah kan melakukan hal-hal yang Allah sukai dan menjauhi apa-apa yang Allah tak suka.

Comments

Populer Post

Sinopsis novel Akatsuki

Proses Osmosis pada Kentang

Bunga dan Kumbang