Aku Mau jadi Dokter!!
Akhirnya hari eksekusi inspirasi sekolah literasi telah datang dan terlampaui. Inspirasi sekolah literasi batch 7 ini dilaksanakan di SD N 5 Ketapang, kampung halamanku dsn momen pertamaku gabung secara formal bersama Rumah Literasi Indonesia.
Dulu di desaku ini terhampar perkebunan kakao tempatku bermain di sumber tersebut Penawar. Masa kecil yang begitu terkenang, bahkan ketika kemah aku suka mengumpulkan kunang-kunang sebagai penerangan dalam tenda.
Kalau sekarang kalian tak akan menemukannya lagi bahkan tidak nampak bahwa tempat ini duljnya perkebunan lebat, Penawar memang masih ada meski tentu tak sealami dulu kala. Perkebunannya kini beralih fungsi menjadi PT Inka. Katanya sih akan menjadi lab kereta api. Semoga menjadi kebaikan bagi bumi dan juga masyarakat sekitar.
.
Kembali pada Inspirasi Sekolah Literasi jilid 7, tujuannya sih membagi spirit untuk maju dan berani memilih cita masa depan. Mengenalkan kepada anak-anak tentang profesi yang dimiliki para inspirator. Harapannya anak-anak akan lebih tahu bahwa profesi itu ada banyak sekali macamnya sehingga mereka boleh punya mimpi apapun itu untuk masa depan mereka.
.
Oh bukan tentu aku bukan sebagai inspirator di kegiatan ini, Layyina adalah seorang fasilitator 😋.
Tim ISL sendiri dibagi jadi 5: jnspirator, fasilitator, videografer, photografer dan panitia.
.
Berada di kampung sendiri bukan berarti aku lebih tahu akan banyak hal karena justru sebenarnya aku ini kudet tentang info skala kampung, terlalu banyak keluar.
Acara dibuka dengan senyaman tanpa berbelit protokol yang kaku. Ku dengar ibu kepala adalah sosok yang inspiratif namanya bu Dwi. Tahukah kamu?
Ternyata bu Dwi adalah istri guru SDku dulu sekaligus tetanggaku. Baper rasanya, ternyata banyak kerja yang harus dikerjakan dengan sebenarnya untuk Indonesia.
.
Nah inspirator di ISL jilid 7 ini ada 4, mereka tuh orang-orang yang inspiring banget. Mereka nih wujud Milenial yang nyata banget kontribusinya, putra putri tanah Blambangan yang membanggakan.
Ada Kak Lilis @lilisir07, dia adalah seorang pegawai di Ruang Guru. Orangnya positif banget dan ceria, suka bikin suasana jadi auto bahagia dan hatinya tuh lembut banget. Kak Lilis berbagi inspirasi nih di kelas matahari bersama kak Hurun.
Kak Hurun ini seorang Content Creator, kamu bisa lihat di IGnya @hukayuri. Sosok yang humble meski pendiem, satu kata sih buat gambarin Kak Hurun tuh "keren". Milenial yang berjuang melalui tulisan maupun karya-karyanya yang bikin kita belajar dan ngelakuin sesuatu.
Nah kalo di kelas Bumi, inspiratornya diisi oleh para pejantan hehehe.
Ada Kak Rama seorang seniman kalau boleh kusebut seniman Bumi Blambangan dengan kecintaan dan kebanggaannya atas tradisi seni yang ada di Banyuwangi. Kak Rama ini manusia humoris yang dibalut dengan kemampuan musik tari yang beeuuuh jago. Keren banget di jaman yang begini, Kak Rama tuh jadi Milenial yang melestarikan kebudayaan tanah kelahirannya. Kece banget kan. Kak Rama di kelas bumi memberikan cahaya inspirasi bareng Kak Afandi.
Kak Afandi adalah sosok yang mainnya sama kamera. Kebetulan yang indah terjadi di kelas Bumi, karena kedua inspiratornya nih terhubung banget dengan Banyuwangi. Kak Afandi ini pernah ikut membangun Banyuwangi tv. Dia ngajarin anak-anak memotret apa yang ada di sekitar mereka.
Keren-keren banget kan para Inspirator Inspirasi Sekolah Literasi jilid 7 kemarin. Dan mereka semua ini bergerak atas nama kerelawanan yang makin nambah spirit dampak kebaikan dan kontribusi milenial.
.
Belajar itu tidak melulu berada di dalam kelas saja, anak-anak juga diajak untuk belajar di luar kelas. Belajar dengan senang dan bahagia adalah catatan dasar yang diinginkan baik di kelas Matahari dan Bumi karena memang begitulah harusnya suasana belajar menyenangkan. Bersama-sama kemudian kami turun ke Penawar, penawar adalah sumber mata air yang berada di dekat sekolah. Disana kami bermain (bermain adalah belajar yang serius), sebenarnya yang belajar bukan hanya anak-anak karena hakikatnya yang belajar adalah kami dan merekalah guru-guru sejati.
Permainan sederhana yang bermakna, ada moment yang kuinget banget. Setelah acara selesai dan waktunya mereka pulang, anak-anak bilang begini,"Kak kita main lagi ayo biar bahagia". Melelh banget denger mereka bilang begitu tuh.
.
Semoga anak-anak bisa mendapatkan energi kebaikan yang mereka bagi dan begitupun dengan para inspirator yang semoga bisa menyerap energi positif anak-anak. Ini nih MLM kebaikan, karena ada kata saling disini salingnya adalah saling berbagi energi yang membangun.
.
Anak-anak adalah generasi penerus, jadi jika kita merawat mereka sebenarnya kita sedang merawat diri sendiri juga negeri. Kesempatan perlu diberikan seluas luasnya agar mereka berkembang mengikuti apa yang mereka suka.
Karena setiap anak memiliki kesempatan tuk jadi ahli dan mereka berhak memiliki harapan juga cita.
Dan harusnya kitalah yang membuka harapan mereka dengan membagi apa yang bisa kita bagi meski itu hanya sekedar peluh maupun kehadiran.
Salam Literasi
#bergerakdariliterasi
#inspirasisekolahliterasijilid7
Rumah Literasi Indonesia








Comments
Post a Comment